📘 Materi 15

  1. Pernahkah kamu melihat bentuk atap rumah atau papan reklame yang tidak berbentuk persegi panjang?
  2. Saat menghias kelas atau membuat layang-layang, pernahkah kamu memperhatikan bentuk dan sisi-sisinya?
  3. Mengapa beberapa bangun datar memiliki bentuk berbeda tetapi tetap bisa dihitung keliling dan luasnya?
  1. Mengamati bentuk jajar genjang pada susunan genteng atau pola kain.
  2. Melihat bentuk trapesium pada papan reklame atau atap rumah.
  3. Mengamati belah ketupat pada hiasan dinding, layang-layang, atau motif batik.
  4. Membandingkan bentuk bangun datar tersebut pada benda-benda di sekitar lingkungan sekolah.
  1. Siswa dapat menghitung keliling dan luas jajar genjang, trapesium, dan belah ketupat menggunakan rumus yang sesuai, serta menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  1. Siswa mengamati gambar atau benda nyata yang berbentuk jajar genjang, trapesium, dan belah ketupat.
  2. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi sisi, sudut, dan ukuran bangun yang diamati.
  3. Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang perbedaan bentuk dan bagian-bagian setiap bangun datar.
  4. Siswa mengerjakan latihan individu menghitung keliling dan luas bangun datar berdasarkan situasi kontekstual sederhana.
Jajar Genjang
Keliling (K) = 2 × (sisi alas + sisi miring)
Luas (L) = alas × tinggi

Trapesium
Keliling (K) = jumlah semua sisi
Luas (L) = ½ × (jumlah sisi sejajar) × tinggi
L = ½ × (a + b) × t, dengan a dan b adalah sisi sejajar

Belah Ketupat
Keliling (K) = 4 × sisi
Luas (L) = ½ × diagonal 1 × diagonal 2
L = ½ × d₁ × d₂
Contoh Soal 1: Jajar Genjang
Sebuah jajar genjang memiliki alas 10 cm, tinggi 6 cm, dan sisi miring 7 cm. Hitung keliling dan luasnya.
Penyelesaian:
Keliling = 2 × (10 + 7) = 2 × 17 = 34 cm
Luas = 10 × 6 = 60 cm²

Contoh Soal 2: Trapesium
Sebuah trapesium memiliki sisi sejajar 12 cm dan 8 cm, tinggi 5 cm, dan dua sisi lainnya masing-masing 6 cm dan 7 cm. Hitung keliling dan luasnya.
Penyelesaian:
Keliling = 12 + 8 + 6 + 7 = 33 cm
Luas = ½ × (12 + 8) × 5 = ½ × 20 × 5 = 50 cm²

Contoh Soal 3: Belah Ketupat
Sebuah belah ketupat memiliki panjang sisi 9 cm, diagonal 1 = 12 cm, dan diagonal 2 = 8 cm. Hitung keliling dan luasnya.
Penyelesaian:
Keliling = 4 × 9 = 36 cm
Luas = ½ × 12 × 8 = ½ × 96 = 48 cm²
  1. Sebuah jajar genjang memiliki alas 14 cm, tinggi 9 cm, dan sisi miring 10 cm. Hitung keliling dan luasnya.
  2. Sebuah trapesium memiliki sisi sejajar 15 cm dan 10 cm, tinggi 6 cm, dan dua sisi lainnya masing-masing 7 cm dan 8 cm. Hitung keliling dan luasnya.
  3. Sebuah belah ketupat memiliki sisi 6 cm, diagonal 1 = 10 cm, dan diagonal 2 = 12 cm. Hitung keliling dan luasnya.
  4. Gambarlah masing-masing bangun datar di atas dan tuliskan rumus serta hasil perhitungan keliling dan luasnya berdasarkan ukuran yang kamu tentukan sendiri.
  1. Bangun datar mana yang paling mudah kamu hitung keliling dan luasnya? Mengapa?
  2. Apa tantangan yang kamu hadapi saat menghitung luas trapesium atau belah ketupat?
  3. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kamu perlu menghitung keliling atau luas bangun-bangun ini?
  4. Tuliskan satu contoh nyata dari lingkunganmu yang berbentuk jajar genjang, trapesium, atau belah ketupat, lalu hitung keliling dan luasnya.